Sabtu, 24 September 2011

Ku temukan keadilan tuhan




Dia duduk tepat bersama gadis berkerudung merah. Kira-kira sejengkal tangan antara dia duduk. Sementara, kita semua melihat tanpa ada rasa iri. Laki-laki tinggi yang setiap hari kita suport untuk maju sekarang memberikan senyum pada kita. lambaian tanganya memberi kedahsyatan buat kita untuk lagi-lagi melihat keadilan tuhan. Yang aku banggakan dari gadis berkerudung merah adalah “cintanya terhadap kekuranggannya”
Kesempurnaan itu hanya milik allah semesta alam. Kita disini hanya lakon dalam sandiwara yang dirangcang oleh allah.
Kebahagiaan engkau adalah kebahagiaan tersendiri bagi kita semua

Jumat, 23 September 2011

sepintas pikiran

kehidupan didunia hanya sementara, jika kita jalankan dengan baik akan bermanfaat bagi kita dan orang lain dikemudian hari nanti,  
kebahagiaan salah satunya untuk merangkai suatu kebersamaan yang sangat erat hingga tidak dapat dipotong dengan hambatan apapun.
Doa, loyalitas, kerjasama, kebersamaan, kekeluargaan akan selalu ada dihati kita semua.....   

Lagi ku tulis untuk teman yang,,,,


Aku masih belum beranjak dari tempat aku terduduk
Yang ada dalam pikiranku Cuma rasa jengkel
Alunan musik dari getaran alunan koi
Semakin menambah rasa penatku pada seorang ciptaan sang maha cipta
Ingin aku melepaskan sebuah kepalan tangan pada dia.
Tapi jangan
Rasa kasihan masih bersahabat dengan niatan kepalan tangan
Cukup aku simpan saja, mungkin bisa sekedar oleh-oleh
Untuk aku kibarkan amarahku yang jauh lebih besar lagi
Nanti.

untuk semua

semua orang bisa menulis, tapi hanya orang beruntung yang bisa jual tulisanya.

renungkan dan rasakan




Hari demi hari selalu kita buktikan
waktu demi waktu pasti kita tunjukkan
genggamlah erat tangan kita. renungkan dan rasakan
saat kita bersama kita selalu gembira
oh tuhan berilah kami kesabaran dan kekuatan
untuk mempertahankan kebersamaan yang kami rasakan
oh tuhan tolonglah agar kami selalu gembira
oh tuhan jauhkan kami dari segala permusuhan

awalan

perahu retak terdiam tak berayun diramainya gemericik

matahari yang mulai pamit seakan memberi nuansa kuning dalam warna mata memandang
pena siapa yang menitihkan kesempurnaan sebuah arti?
diketulusan janji sebuah pasir membentuk botol laksana betapa gagahnya sang penakluk perahu dengan botol ditangan kanannya.

pernah membuat sebuah wacana, jikalau kehadiran akan memberikan kehancuran.
ada yang bertanya, itu wacana siapa?
berdimensi waktu lama untuk menulusuri keberadaan damparan perahu itu.

sekarang malam, bukanlah senja yang bisa melukiskan sebuah siluet warna.
apakah dengan keberadaan malam semua berakhir sia-sia?
apakah tak ada jalan lain untuk membuat siluet

apakah penantian menuju siluet pagi dapat berarti hingga nanti semua berbuah hati.
yang pasti
rasa semakin menyiksa
jika kita tau
bahwa jari-jari ini tak lagi bersemayam
dijeruji janji.




air matamu menjadikan cerita ini semakin hidup
dan, tawamu sangat memberi warna di cerita ini
karena..,..

kamulah salah satu tokoh disini.
rasa trima kasihpun tak bisa memberi gambaran betapa indah
kamu untuk di jadikan sebuah alur cerita.